GAMBARAN UMUM PROPINSI BENGKULU PDF Print E-mail
Written by Rudi Yulianto   
Tuesday, 03 April 2012 08:49

KONDISI UMUM PROVINSI BENGKULU

1.1. KEADAAN GEOGRAFI

1.1.1. Letak dan Luas

Provinsi Bengkulu ditinjau dari letak geografisnya terletak di antara 1010 01’– 1030 41’ BT dan 20 16’ – 30 31’ LS terletak disebelah barat pegunungan Bukit Barisan dan memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatera Barat sampai ke perbatasan Provinsi Lampung sepanjang lebih kurang 567 kilometer.

Batas-batas wilayah Provinsi Bengkulu sebagai berikut :

v Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat

v Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan.

v Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Provinsi Lampung .

v Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

Wilayah Provinsi Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia pada garis pantai sepanjang 525 kilometer, terletak pada bagian Barat dan merupakan dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dari Utara ke Selatan serta diselang-selingi daerah yang bergelombang, sedangkan  pada bagian Timur berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang subur.

Luas wilayah Provinsi Bengkulu mencapai kurang lebih 1.978.870 hektar

atau        19.788,7 kilometer persegi terdiri dari 9 (sembilan) daerah

Kabupaten/Kota meliputi :

Tabel Luas Wilayah Kabupaten/Kota dalam Provinsi Bengkulu

No

Kabupaten

Luas Wilayah (Km2)

1

Kabupaten Bengkulu Selatan

1.185,70

2

Kabupaten Rejang Lebong

1.515,76

3

Kabupaten Bengkulu Utara

4.424,60

4

Kabupaten Kaur

2.363,00

5

Kabupaten Seluma

2.400,44

6

Kabupaten Muko – Muko

4.036,70

7

Kabupaten Lebong

1.929,24

8

Kabupaten Kepahiang

664,80

9

Kabupaten Bengkulu Tengah

1.123,94

10

Kota Bengkulu

144,52

Jumlah

19.788,70

Sumber : Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu

1.1.2. Karakteristik Fisik Wilayah

1.1.2.1. Topografi

Berdasarkan keadaan alam dan letaknya, maka wilayah Provinsi Bengkulu mempunyai ketinggian dari permukaan laut yang berbeda-beda, Bagian Timurnya berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang subur, sedang bagian barat merupakan dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dari utara ke selatan serta diselingi oleh daerah yang bergelombang .

Ketinggian wilayah Provinsi Bengkulu tersebut digambarkan sebagai berikut :

v Daerah yang terletak pada ketinggian 0 – 100 meter di atas permukaan laut (daerah low land) mencapai 708,435 hektar atau 35,80 persen dari luas wilayah Provinsi Bengkulu

v Daerah yang terletak pada ketinggian 100 - 1000 meter di atas permukaan laut yang merupakan lereng pegunungan Bukit Barisan (Bukit Range) yaitu dengan ketinggian antara 100 – 500 meter mencapai 625.323 hektar atau 31,60 persen dan pada ketinggian 500 – 1000 meter mencapai 405.688 hektar atau 20,50 persen dari luas wilayah Provinsi Bengkulu

v Daerah yang terletak pada ketinggian lebih dari 1000 meter  di atas permukaan laut, posisinya sampai puncak pegunungan Bukit Barisan yang umumnya daerah kegiatan vulkanis dan tektonis yang mencapai 239,924 hektar atau 12,10 persen.

1.1.2.2. Iklim

Iklim di Provinsi Bengkulu ditandai dengan jumlah curah hujan yang cukup tinggi, yaitu rata-rata 100 mm/tahun, dengan rata-rata hari hujan antara 100 – 250 hari/tahun. Hari Hujan rata-rata 20 hari/bulan, dengan hari hujan terendah 18 hari terjadi pada bulan Mei dan September, sedangkan hari hujan tertinggi selama 23 hari terjadi pada bulan November dan Desember.

1.1.2.3. Jenis Tanah

Berdasarkan kondisi geologisnya, Provinsi Bengkulu terdiri dari 9 jenis tanah yaitu : jenis tanah organosol 3.600 ha (0,18%), jenis tanah alluvial sebanyak 70.015 ha (3,54%), jenis tanah regosol sebanyak 43.360 ha (2,19%), jenis tanah asosiasi, podsolik merah kuning, latosol-litosol sebanyak 283.200 ha (14,31%), jenis tanah latosol sebanyak 426.800 (21,57%), jenis tanah andosol sebanyak 142.200 ha (7,19%), jenis tanah asosisi andosol regosol sebanyak 81.200 ha (4,10%), jenis tanah asosiasi podsolik coklat, podsol, litosol sebanyak 150.800 ha (7,26 % dan jenis lainnya sebanyak 777.695 ha (39,30%)

1.1.2.4. Penggunaan Lahan

Dari luas wilayah Provinsi Bengkulu tersebut di atas,  63,1% merupakan lahan budidaya dan 36,98 % merupakan lahan non budidaya yang tetap dilestarikan sebagai kawasan lindung untuk konservasi yang tidak boleh diganggu dan diambil manfaatnya.

Teridentifikasi lebih kurang 22.647 Ha lahan di wilayah Provinsi Bengkulu mengalami erosi yang tersebar pada tiap Kabupaten, dan erosi yang cukup besar terdapat di Kabupaten Rejang Lebong. Hilangnya lapisan atas tanah (degradasi) ini disebabkan antara lain oleh longsoran air hujan, sungai, laut.

1.2. PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN

Permasalahan atau isu utama kependudukan Provinsi Bengkulu adalah penyebarannya belum merata. Penduduk beraglomerasi hanya sekitar daerah-daerah bagian tengah dan di daerah pantai barat sepanjang jalan provinsi, sementara bagian pedalaman merupakan kelompok-kelompok kecil dan terpencar.

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Provinsi Bengkulu  sebanyak 1.715.518 jiwa, terdiri dari 875.663 jiwa laki-laki dan 837.730 jiwa penduduk perempuan.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik Provinsi Bengkulu, keadaan ketenagakerjaan di Bengkulu khususnya untuk dua tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada kelompok angkatan kerja, hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang berarti penduduk yang ingin memasuki pasar kerja. Pada bulan Agustus 2010 jumlah angkatan kerja mencapai 855 ribu orang, naik 26 ribu orang dibanding dengan angkatan kerja pada Agustus 2009 yang sebesar 829 ribu orang.

Secara umum struktur ketenagakerjaan di Provinsi Bengkulu pada bulan Agustus 2010 mengalami perubahan,  angkatan kerja yang bekerja sebesar 816 ribu  orang dari bulan yang sama pada Agustus 2009 yaitu 787 ribu orang, hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan yang berarti jumlah penduduk yang memasuki pasar kerja.

Jumlah pengangguran pada bulan Agustus 2010 sebesar 39 ribu orang, mengalami penurunan 3 ribu dari bulan Agustus 2009 sebesar 42 ribu orang, hal ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, terutama di pedesaan seiring dengan peningkatan harga komoditi pertanian khususnya perkebunan.

Peningkatan jumlah tenaga kerja dan dengan berkurangnya pengangguran menyebabkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami perubahan dari 70,2 persen pada Agustus 2009 menjadi 71,9 persen pada Agustus 2010. Berkurangnya tingkat pengangguran menyebabkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan pada bulan Agustus 2010 sebesar 4,59 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Agustus 2009 sebesar 5,08 persen.


Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

I. KONDISI UMUM PROVINSI BENGKULU

1.1. KEADAAN GEOGRAFI

1.1.1. Letak dan Luas

Provinsi Bengkulu ditinjau dari letak geografisnya terletak di antara 1010 01’– 1030 41’ BT dan 20 16’ – 30 31’ LS terletak disebelah barat pegunungan Bukit Barisan dan memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatera Barat sampai ke perbatasan Provinsi Lampung sepanjang lebih kurang 567 kilometer.

Batas-batas wilayah Provinsi Bengkulu sebagai berikut :

v Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat

v Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan.

v Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Provinsi Lampung .

v Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

Wilayah Provinsi Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia pada garis pantai sepanjang 525 kilometer, terletak pada bagian Barat dan merupakan dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dari Utara ke Selatan serta diselang-selingi daerah yang bergelombang, sedangkan pada bagian Timur berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang subur.

Luas wilayah Provinsi Bengkulu mencapai kurang lebih 1.978.870 hektar atau 19.788,7 kilometer persegi terdiri dari 9 (sembilan) daerah Kabupaten/Kota meliputi :

Tabel Luas Wilayah Kabupaten/Kota dalam Provinsi Bengkulu

No

Kabupaten

Luas Wilayah (Km2)

1

Kabupaten Bengkulu Selatan

1.185,70

2

Kabupaten Rejang Lebong

1.515,76

3

Kabupaten Bengkulu Utara

4.424,60

4

Kabupaten Kaur

2.363,00

5

Kabupaten Seluma

2.400,44

6

Kabupaten Muko – Muko

4.036,70

7

Kabupaten Lebong

1.929,24

8

Kabupaten Kepahiang

664,80

9

Kabupaten Bengkulu Tengah

1.123,94

10

Kota Bengkulu

144,52

Jumlah

19.788,70

Sumber : Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu

1.1.2. Karakteristik Fisik Wilayah

1.1.2.1. Topografi

Berdasarkan keadaan alam dan letaknya, maka wilayah Provinsi Bengkulu mempunyai ketinggian dari permukaan laut yang berbeda-beda, Bagian Timurnya berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang subur, sedang bagian barat merupakan dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dari utara ke selatan serta diselingi oleh daerah yang bergelombang .

Ketinggian wilayah Provinsi Bengkulu tersebut digambarkan sebagai berikut :

v Daerah yang terletak pada ketinggian 0 – 100 meter di atas permukaan laut (daerah low land) mencapai 708,435 hektar atau 35,80 persen dari luas wilayah Provinsi Bengkulu

v Daerah yang terletak pada ketinggian 100 - 1000 meter di atas permukaan laut yang merupakan lereng pegunungan Bukit Barisan (Bukit Range) yaitu dengan ketinggian antara 100 – 500 meter mencapai 625.323 hektar atau 31,60 persen dan pada ketinggian 500 – 1000 meter mencapai 405.688 hektar atau 20,50 persen dari luas wilayah Provinsi Bengkulu

v Daerah yang terletak pada ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut, posisinya sampai puncak pegunungan Bukit Barisan yang umumnya daerah kegiatan vulkanis dan tektonis yang mencapai 239,924 hektar atau 12,10 persen.

1.1.2.2. Iklim

Iklim di Provinsi Bengkulu ditandai dengan jumlah curah hujan yang cukup tinggi, yaitu rata-rata 100 mm/tahun, dengan rata-rata hari hujan antara 100 – 250 hari/tahun. Hari Hujan rata-rata 20 hari/bulan, dengan hari hujan terendah 18 hari terjadi pada bulan Mei dan September, sedangkan hari hujan tertinggi selama 23 hari terjadi pada bulan November dan Desember.

1.1.2.3. Jenis Tanah

Berdasarkan kondisi geologisnya, Provinsi Bengkulu terdiri dari 9 jenis tanah yaitu : jenis tanah organosol 3.600 ha (0,18%), jenis tanah alluvial sebanyak 70.015 ha (3,54%), jenis tanah regosol sebanyak 43.360 ha (2,19%), jenis tanah asosiasi, podsolik merah kuning, latosol-litosol sebanyak 283.200 ha (14,31%), jenis tanah latosol sebanyak 426.800 (21,57%), jenis tanah andosol sebanyak 142.200 ha (7,19%), jenis tanah asosisi andosol regosol sebanyak 81.200 ha (4,10%), jenis tanah asosiasi podsolik coklat, podsol, litosol sebanyak 150.800 ha (7,26 % dan jenis lainnya sebanyak 777.695 ha (39,30%)

1.1.2.4. Penggunaan Lahan

Dari luas wilayah Provinsi Bengkulu tersebut di atas, 63,1% merupakan lahan budidaya dan 36,98 % merupakan lahan non budidaya yang tetap dilestarikan sebagai kawasan lindung untuk konservasi yang tidak boleh diganggu dan diambil manfaatnya.

Teridentifikasi lebih kurang 22.647 Ha lahan di wilayah Provinsi Bengkulu mengalami erosi yang tersebar pada tiap Kabupaten, dan erosi yang cukup besar terdapat di Kabupaten Rejang Lebong. Hilangnya lapisan atas tanah (degradasi) ini disebabkan antara lain oleh longsoran air hujan, sungai, laut.

1.2. PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN

Permasalahan atau isu utama kependudukan Provinsi Bengkulu adalah penyebarannya belum merata. Penduduk beraglomerasi hanya sekitar daerah-daerah bagian tengah dan di daerah pantai barat sepanjang jalan provinsi, sementara bagian pedalaman merupakan kelompok-kelompok kecil dan terpencar.

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Provinsi Bengkulu sebanyak 1.715.518 jiwa, terdiri dari 875.663 jiwa laki-laki dan 837.730 jiwa penduduk perempuan.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik Provinsi Bengkulu, keadaan ketenagakerjaan di Bengkulu khususnya untuk dua tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada kelompok angkatan kerja, hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang berarti penduduk yang ingin memasuki pasar kerja. Pada bulan Agustus 2010 jumlah angkatan kerja mencapai 855 ribu orang, naik 26 ribu orang dibanding dengan angkatan kerja pada Agustus 2009 yang sebesar 829 ribu orang.

Secara umum struktur ketenagakerjaan di Provinsi Bengkulu pada bulan Agustus 2010 mengalami perubahan, angkatan kerja yang bekerja sebesar 816 ribu orang dari bulan yang sama pada Agustus 2009 yaitu 787 ribu orang, hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan yang berarti jumlah penduduk yang memasuki pasar kerja.

Jumlah pengangguran pada bulan Agustus 2010 sebesar 39 ribu orang, mengalami penurunan 3 ribu dari bulan Agustus 2009 sebesar 42 ribu orang, hal ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, terutama di pedesaan seiring dengan peningkatan harga komoditi pertanian khususnya perkebunan.

Peningkatan jumlah tenaga kerja dan dengan berkurangnya pengangguran menyebabkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami perubahan dari 70,2 persen pada Agustus 2009 menjadi 71,9 persen pada Agustus 2010. Berkurangnya tingkat pengangguran menyebabkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan pada bulan Agustus 2010 sebesar 4,59 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Agustus 2009 sebesar 5,08 persen.

Last Updated on Tuesday, 22 May 2012 02:44
 

VIDEO PROMOSI

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6
mod_vvisit_counterKemarin72
mod_vvisit_counterMinggu ini262
mod_vvisit_counterMinggu lalu409
mod_vvisit_counterBulan ini1397
mod_vvisit_counterBulan lalu2043
mod_vvisit_counterTotal116473

We have: 2 guests online
Your IP: 54.227.156.177
 , 
Today: 24 Apr 2014